Peneliti Jurusan Perikanan dan Kelautan POLINELA Kembangkan Lampu LED Bertenaga Surya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lampu LED bertenaga surya untuk tingkatkan efisiensi penangkapan ikan. (Foto: Dok. Istimewa)

Lampu LED bertenaga surya untuk tingkatkan efisiensi penangkapan ikan. (Foto: Dok. Istimewa)

Kilas Merdeka, Lampung – Sebuah inovasi teknologi tepat guna berupa lampu penarik ikan bawah air berbasis Light Emitting Diode (LED) dan energi surya tengah dikembangkan untuk membantu meningkatkan efisiensi penangkapan ikan, khususnya bagi nelayan skala kecil.

Pengembangan alat ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya penggunaan lampu konvensional berbahan bakar fosil dalam kegiatan penangkapan ikan. Selain membutuhkan biaya operasional besar, penggunaan bahan bakar tersebut juga dinilai kurang ramah lingkungan. Distribusi cahaya yang belum optimal di dalam air turut menyebabkan proses penarikan ikan belum maksimal.

Melalui penelitian bertajuk “Rancang Bangun Lampu Penarik Ikan Bawah Air Berbasis LED dan Energi Surya untuk Meningkatkan Efisiensi Penangkapan Ikan”, tim peneliti Polinela yang terdiri dari Citra Mulia, Ari Setiawan dan Iwan Haryadi berupaya menghasilkan prototipe lampu bawah air yang hemat energi, tahan terhadap kondisi perairan, dan mudah dioperasikan oleh nelayan.

Teknologi LED dipilih karena memiliki konsumsi daya rendah, umur pakai panjang, serta mampu menghasilkan pencahayaan yang lebih terarah. Sementara itu, energi surya dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap genset dan bahan bakar fosil.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sumenep, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Penelitian tersebut menggunakan metode rekayasa dengan beberapa tahapan, mulai dari perancangan sistem, pembuatan prototipe, integrasi panel surya dan baterai, hingga pengujian laboratorium serta uji lapangan. Pengujian dilakukan untuk mengukur intensitas dan distribusi cahaya, efisiensi energi, ketahanan alat terhadap air, serta daya tahan baterai.

Dalam uji lapangan, kinerja lampu LED akan dibandingkan dengan lampu konvensional. Tim peneliti menargetkan alat tersebut mampu mencapai efisiensi energi minimal 80 persen dan meningkatkan hasil tangkapan ikan sekurang-kurangnya 20 persen

Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan lampu celup LED berpotensi meningkatkan hasil tangkapan ikan. Pada salah satu penelitian, lampu celup LED menghasilkan tangkapan 3.779 kilogram, lebih tinggi dibandingkan lampu neon yang menghasilkan 2.343 kilogram. Penelitian lain pada alat tangkap gillnet juga mencatat hasil tangkapan 189,765 kilogram dengan lampu celup, sedangkan penggunaan gillnet tanpa lampu hanya menghasilkan 102,575 kilogram.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN UA Posko 28 Sukses Selenggarakan Seminar Potensi Siwalan di Desa Bunpenang

Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi lampu LED bawah air dengan sistem energi surya dalam satu perangkat yang dirancang agar portabel dan aplikatif bagi nelayan skala kecil. Selain meningkatkan efisiensi operasional, inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung praktik penangkapan ikan yang lebih berkelanjutan.

Penelitian ini direncanakan menghasilkan prototipe lampu penarik ikan, dokumen teknis, standar operasional prosedur penggunaan alat, video hasil penelitian, serta publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi. Dalam jangka panjang, teknologi tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk siap pakai dan dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat nelayan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lampu LED tahan pada selama 3 jam di dalam air, ketahan tersebut dapat bertambah tergantung seberapa banyak energi yang terserap di dalam baterai penampung panel surya. Untuk kedepannya penelitian ini diharapkan dapat disosialisasikan kepada nelayan dan digunakan untuk keperluan penangkapan ikan terutama pada saat musim ikan paceklik.

Berita Terkait

Pengalaman Umroh Mandiri Pertama Kali: Kisah Pak Ihsan Membawa Keluarga Ibadah 20 Hari Tanpa Travel
Pojok Baca Desa Marannu Diperkuat Akses Perpustakaan Digital melalui Inovasi QR Code oleh Mahasiswa KKN-T Unhas
PBAK FDIKOM UIN Jakarta Berjalan Lancar, Antusiasme Mahasiswa Jadi Sorotan
Mengaku dari Pihak Konsultan Pengawas, Beberapa Orang Masuk ke Proyek Penimbunan Sekolah Rakyat di Cepu
Telkom University Dorong Digitalisasi Desa Wisata dan Tenun Ikat di Empat Desa Sumba Timur
Mahasiswa Universitas Suryakancana Sukses Mengembangkan Smart Attendance System di PT PLN Nusantara Power Cirata
Seorang Doktor Berminat Melamar di Unit Laboratorium NCA Yayasan Niko Cahaya Abadi
Bersama Binus University dan Rumah BUMN Telkom Perkuat Kapasitas UMKM melalui Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Strategi Penentuan Harga Jual
Jadikan kilasmerdeka.com sumber pilihan pencarian Google.
Tambahkan

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 10:45 WIB

Pengalaman Umroh Mandiri Pertama Kali: Kisah Pak Ihsan Membawa Keluarga Ibadah 20 Hari Tanpa Travel

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Pojok Baca Desa Marannu Diperkuat Akses Perpustakaan Digital melalui Inovasi QR Code oleh Mahasiswa KKN-T Unhas

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:38 WIB

PBAK FDIKOM UIN Jakarta Berjalan Lancar, Antusiasme Mahasiswa Jadi Sorotan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Peneliti Jurusan Perikanan dan Kelautan POLINELA Kembangkan Lampu LED Bertenaga Surya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Mengaku dari Pihak Konsultan Pengawas, Beberapa Orang Masuk ke Proyek Penimbunan Sekolah Rakyat di Cepu

Berita Terbaru

Pendidikan

6 Benefits of an International Curriculum for Your Child

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:33 WIB