Menjadi Pembantu Presiden di Lapangan, Yayasan Niko Cahaya Abadi Perkuat Perlindungan bagi Lansia Terlantar

Senin, 15 Juni 2026 - 09:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pria Kiri: Ketua Umum Yayasan NCA; Perempuan Kanan: Bendahara Umum Yayasan NCAi. (Foto: Dok. Istimewa)

Pria Kiri: Ketua Umum Yayasan NCA; Perempuan Kanan: Bendahara Umum Yayasan NCAi. (Foto: Dok. Istimewa)

Di balik sunyinya usia senja, masih banyak lansia terlantar yang menjalani hari-hari tanpa kepastian pangan, tanpa keluarga yang menopang, dan tanpa kekuatan fisik untuk kembali bekerja. Realitas inilah yang sejak awal telah dipikirkan oleh Ketua Umum Yayasan Niko Cahaya Abadi, Eky Haneko S, dan kemudian dituangkan sebagai bagian dari visi-misi lembaga dalam pengajuan proposal kemitraan bersama Badan Gizi Nasional.

Dalam perumusan program tersebut, dipahami bahwa arah besar kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat agar rakyat memiliki kesempatan bekerja, mandiri, dan berdaya secara ekonomi. Namun di sisi lain, terdapat kelompok masyarakat yang secara kondisi fisik tidak lagi memungkinkan untuk ikut dalam skema pemberdayaan produktif, yakni para lansia terlantar yang hidup dalam keterbatasan dan ketiadaan dukungan keluarga.

Baca Juga:  Percepat Digitalisasi Pendidikan DKI Jakarta, Telkom Intensifkan Implementasi Solusi Strategis

Atas dasar pemahaman tersebut, Yayasan Niko Cahaya Abadi memandang bahwa keberpihakan terhadap lansia bukan sekadar bentuk bantuan sosial, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dan sosial dalam mendukung visi kesejahteraan nasional. Sebagai mitra pelaksana dan bagian dari unsur yang membantu menjalankan program-program pemerintah, Yayasan menilai bahwa dukungan terhadap kelompok lansia harus dihadirkan dalam bentuk yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

Melalui program Sembako Gizi Gratis bagi Lansia Terlantar, perhatian tersebut diwujudkan dengan memastikan bahwa para lansia yang tidak lagi memiliki kemampuan bekerja tetap dapat memperoleh hak dasarnya untuk hidup layak, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi. Program ini menjadi bentuk nyata bahwa kesejahteraan tidak hanya harus diberikan kepada mereka yang produktif, tetapi juga kepada mereka yang telah melewati masa pengabdian hidup dan kini berada pada fase paling rentan.

Baca Juga:  Magister Akuntansi UNJ Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Dorong UMKM Desa Bulak Kuasai Laporan Keuangan Digital

Bagi Yayasan Niko Cahaya Abadi, mendukung kesejahteraan lansia adalah bagian dari pengabdian kepada negara dan bentuk nyata keberpihakan terhadap nilai kemanusiaan. Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya terletak pada seberapa banyak rakyat yang diberdayakan, tetapi juga pada seberapa kuat negara dan masyarakat menjaga mereka yang sudah tidak lagi mampu berdiri sendiri.

Berita Terkait

Pengalaman Umroh Mandiri Pertama Kali: Kisah Pak Ihsan Membawa Keluarga Ibadah 20 Hari Tanpa Travel
Pojok Baca Desa Marannu Diperkuat Akses Perpustakaan Digital melalui Inovasi QR Code oleh Mahasiswa KKN-T Unhas
PBAK FDIKOM UIN Jakarta Berjalan Lancar, Antusiasme Mahasiswa Jadi Sorotan
Peneliti Jurusan Perikanan dan Kelautan POLINELA Kembangkan Lampu LED Bertenaga Surya
Mengaku dari Pihak Konsultan Pengawas, Beberapa Orang Masuk ke Proyek Penimbunan Sekolah Rakyat di Cepu
Telkom University Dorong Digitalisasi Desa Wisata dan Tenun Ikat di Empat Desa Sumba Timur
Mahasiswa Universitas Suryakancana Sukses Mengembangkan Smart Attendance System di PT PLN Nusantara Power Cirata
Seorang Doktor Berminat Melamar di Unit Laboratorium NCA Yayasan Niko Cahaya Abadi

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 10:45 WIB

Pengalaman Umroh Mandiri Pertama Kali: Kisah Pak Ihsan Membawa Keluarga Ibadah 20 Hari Tanpa Travel

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Pojok Baca Desa Marannu Diperkuat Akses Perpustakaan Digital melalui Inovasi QR Code oleh Mahasiswa KKN-T Unhas

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:38 WIB

PBAK FDIKOM UIN Jakarta Berjalan Lancar, Antusiasme Mahasiswa Jadi Sorotan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Peneliti Jurusan Perikanan dan Kelautan POLINELA Kembangkan Lampu LED Bertenaga Surya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Mengaku dari Pihak Konsultan Pengawas, Beberapa Orang Masuk ke Proyek Penimbunan Sekolah Rakyat di Cepu

Berita Terbaru

Foto: Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono. (Dok. Kemenkop)

Nasional

SK Manajer Kopdes Segera Terbit, Ini Status dan Gajinya

Jumat, 18 Sep 2026 - 00:23 WIB