Telkom University Dorong Digitalisasi Desa Wisata dan Tenun Ikat di Empat Desa Sumba Timur

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University dengan kelompok penenun dan masyarakat Desa Hambapraing setelah pelaksanaan kegiatan pelatihan literasi digital dan pendampingan pemanfaatan website desa wisata serta platform e-learning. (Foto: Dok. Istimewa)

Foto bersama tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University dengan kelompok penenun dan masyarakat Desa Hambapraing setelah pelaksanaan kegiatan pelatihan literasi digital dan pendampingan pemanfaatan website desa wisata serta platform e-learning. (Foto: Dok. Istimewa)

Kilas Merdeka, Sumba Timur – Kekayaan budaya, bentang alam, dan tradisi tenun ikat menjadikan Sumba Timur memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis komunitas. Namun, keterbatasan pemanfaatan teknologi digital masih menjadi tantangan dalam memperkenalkan potensi desa, memasarkan produk lokal, dan mendokumentasikan pengetahuan budaya yang selama ini diwariskan secara lisan.

Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University yang diketuai oleh Prof. Dr. Augustina Asih Rumanti, M.T., bersama anggota tim, melaksanakan program bertajuk “Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas di Sumba Timur melalui Penerapan Literasi Digital Berkelanjutan.” Program ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya lokal. Kegiatan dilaksanakan di empat desa, yaitu Desa Hambapraing, Mondu, Watuhadang, dan Patawang, Kabupaten Sumba Timur.

Kegiatan berlangsung pada 28–29 Juli 2026. Pelaksanaan hari pertama dilakukan di Desa Hambapraing mulai pukul 11.30 WITA dan dilanjutkan di Desa Mondu pada pukul 15.00 WITA. Pada hari berikutnya, kegiatan berlangsung di Desa Watuhadang mulai pukul 11.30 WITA, kemudian dilanjutkan di Desa Patawang pada pukul 15.00 WITA.

Program ini berfokus pada pemanfaatan teknologi sebagai sarana promosi desa wisata, penguatan ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya lokal. Dua platform utama yang diperkenalkan kepada masyarakat adalah visitdesasumba.com dan elearningsumba.com.

Website visitdesasumba.com dikembangkan sebagai media informasi dan promosi digital yang menampilkan profil keempat desa sasaran. Melalui website tersebut, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai potensi wisata, budaya, fasilitas, lokasi, dokumentasi visual, hingga produk unggulan masyarakat.

Salah satu fitur utama website adalah katalog produk UMKM yang menampilkan kain tenun ikat dan berbagai produk ekonomi kreatif lokal. Informasi produk disajikan dalam bentuk foto, nama produk, nama penjual, harga, deskripsi singkat, dan kontak yang dapat dihubungi calon pembeli. Fitur ini diharapkan dapat membantu kelompok penenun dan pelaku UMKM memperluas promosi produk mereka kepada wisatawan maupun konsumen dari luar daerah.

Baca Juga:  Mengubah Dakwah Jadi Seni, Rama Sastra Negara dan TAPSSAM Inspirasi Remake Masjid Depok

Selain halaman yang dapat diakses masyarakat umum, website tersebut dilengkapi halaman pengelolaan atau admin. Melalui halaman ini, pengelola desa dapat menambahkan produk, memperbarui harga, mengganti foto, mencantumkan kontak penjual, serta memperbarui informasi desa secara mandiri.

Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan dengan tampilan halaman utama, menu destinasi, profil setiap desa, katalog produk, serta tahapan pengelolaan informasi melalui halaman admin. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai pentingnya menggunakan foto yang jelas, informasi yang akurat, dan narasi yang menarik agar konten digital mampu menggambarkan karakteristik setiap desa.

Tidak hanya berfokus pada promosi wisata dan produk lokal, program ini juga menghadirkan elearningsumba.com sebagai media pembelajaran digital mengenai tenun ikat Sumba Timur. Platform tersebut dikembangkan untuk membantu mendokumentasikan pengetahuan yang selama ini lebih banyak diwariskan melalui praktik langsung dan penjelasan lisan dari para penenun.

Materi pembelajaran dalam platform mencakup pengenalan tenun ikat Sumba Timur, motif dan makna filosofis, alat dan bahan, tahapan menenun ikat, serta pewarnaan alami. Peserta dapat bergabung dalam modul, membaca atau menonton materi, mengerjakan kuis, dan melihat hasil pembelajaran.

Keberadaan platform e-learning diharapkan dapat membuka ruang belajar yang lebih luas bagi masyarakat dan generasi muda. Pengetahuan mengenai tenun tidak hanya tersimpan pada kelompok penenun senior, tetapi dapat didokumentasikan secara lebih sistematis dan dipelajari kembali secara berkelanjutan.

Pada tahap awal, tim menjelaskan tujuan dan manfaat penggunaan teknologi digital. Selanjutnya, penggunaan fitur website dan e-learning didemonstrasikan secara langsung. Peserta kemudian mengikuti langkah yang telah dicontohkan melalui perangkat telepon pintar maupun komputer dengan pendampingan dari tim.

Baca Juga:  HIMMAH Yogyakarta Dorong Kesadaran Kolektif Cegah Kekerasan Seksual di Ruang Digital

Pendekatan praktik langsung dipilih karena peserta memiliki pengalaman dan kemampuan digital yang beragam. Ketika peserta mengalami kesulitan, tim mengulangi demonstrasi dan memberikan arahan menggunakan bahasa sederhana sampai setiap tahapan dapat dipahami.

Kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai informasi yang perlu ditampilkan pada website, pemilihan foto, penyusunan profil desa, pendataan produk tenun, dan mekanisme pembaruan konten. Masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman, kebutuhan, serta masukan berdasarkan kondisi masing-masing desa.

Picture5
Kegiatan pelatihan literasi digital yang diisi dengan penyampaian materi dan diskusi bersama masyarakat mengenai pemanfaatan website desa wisata serta platform e-learning. (Foto: Dok. Istimewa)

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak ditempatkan hanya sebagai penerima teknologi, tetapi juga sebagai pemilik pengetahuan lokal dan calon pengelola platform. Pemuda desa dapat berperan dalam pembaruan konten dan pengelolaan teknis, kelompok penenun menyediakan informasi mengenai produk dan pengetahuan tenun, sedangkan perangkat desa dan kelompok sadar wisata mengelola informasi mengenai destinasi dan kegiatan masyarakat.

Untuk membantu pemanfaatan platform setelah pelatihan selesai, tim turut menyusun guidebook visitdesasumba.com, panduan penggunaan elearningsumba.com, serta modul pembelajaran e-learning. Panduan tersebut dapat digunakan oleh masyarakat dalam mengakses, mengelola, dan memperbarui konten digital secara mandiri.

Pelaksanaan program di Hambapraing, Mondu, Watuhadang, dan Patawang menunjukkan bahwa digitalisasi desa tidak cukup dilakukan dengan menyediakan website atau aplikasi. Teknologi perlu diperkenalkan melalui pelatihan, praktik, dan pendampingan agar benar-benar dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui keberadaan website desa wisata dan platform e-learning, potensi budaya, produk tenun, dan pengetahuan lokal Sumba Timur diharapkan semakin mudah dikenal oleh masyarakat luas. Program ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat peran masyarakat sebagai pengelola desa wisata, pelaku ekonomi kreatif, dan penjaga keberlanjutan budaya lokal.

Follow WhatsApp Channel kilasmerdeka.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Universitas Suryakancana Sukses Mengembangkan Smart Attendance System di PT PLN Nusantara Power Cirata
Seorang Doktor Berminat Melamar di Unit Laboratorium NCA Yayasan Niko Cahaya Abadi
Bersama Binus University dan Rumah BUMN Telkom Perkuat Kapasitas UMKM melalui Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Strategi Penentuan Harga Jual
Telkom dan Pemerintah Kota Bandung Perkuat Daya Saing UMKM melalui AI dan Digitalisasi Usaha
Menjadi Pembantu Presiden di Lapangan, Yayasan Niko Cahaya Abadi Perkuat Perlindungan bagi Lansia Terlantar
Rupiah Melemah, Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati
Perkuat Ekonomi Kreatif Lokal, Telkom Indonesia Bekali UMKM Strategi Digital Marketing
Telkom Witel Jakarta Inner Perkuat Pemberdayaan UMKM melalui Pelatihan Inovasi Kuliner dan Pengembangan Keterampilan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Telkom University Dorong Digitalisasi Desa Wisata dan Tenun Ikat di Empat Desa Sumba Timur

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:59 WIB

Mahasiswa Universitas Suryakancana Sukses Mengembangkan Smart Attendance System di PT PLN Nusantara Power Cirata

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:11 WIB

Seorang Doktor Berminat Melamar di Unit Laboratorium NCA Yayasan Niko Cahaya Abadi

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:03 WIB

Bersama Binus University dan Rumah BUMN Telkom Perkuat Kapasitas UMKM melalui Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Strategi Penentuan Harga Jual

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:57 WIB

Telkom dan Pemerintah Kota Bandung Perkuat Daya Saing UMKM melalui AI dan Digitalisasi Usaha

Berita Terbaru

Ilustrasi: Canva

Ragam

Panduan Lengkap Teknik Prompting AI untuk Hasil Optimal

Minggu, 26 Jul 2026 - 16:25 WIB