Pelindo Targetkan Kontainer Naik, Ekspor Indonesia Ikut Terdorong

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah alat angkat bongkar muat peti kemas di dermaga pelabuhan atau quay container crane milik PT Pelindo Terminal Petikemas tengah dalam proses produksi. Alat-alat tersebut diperkirakan tiba di tanah air secara bertahap pada semester II tahun 2026. (Foto: Dok. Istimewa)

Sejumlah alat angkat bongkar muat peti kemas di dermaga pelabuhan atau quay container crane milik PT Pelindo Terminal Petikemas tengah dalam proses produksi. Alat-alat tersebut diperkirakan tiba di tanah air secara bertahap pada semester II tahun 2026. (Foto: Dok. Istimewa)

Kilas Merdeka, Surabaya  – Operator terminal layanan jasa kepelabuhanan PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menatap tahun 2026 dengan dengan penuh optimis. Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ini memasang target arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026. Target tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 5 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya, sekaligus melonjak hingga 10 persen jika dibandingkan realisasi 2024 yang berada di angka 12,48 juta TEUs.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan optimisme tersebut didorong oleh solidnya kinerja ekonomi nasional serta meningkatnya aktivitas industri di berbagai wilayah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 yang mencapai 5,11 persen menjadi salah satu indikator utama.

“Kami optimistis melihat geliat industri di berbagai daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi bahan bakar utama bagi kami untuk mencapai target ini,” ujar Widyaswendra di Surabaya, Selasa (10/02/2026).

Sejumlah terminal diproyeksi bakal menjadi motor pertumbuhan arus peti kemas. Di Sulawesi, Terminal Peti Kemas Kendari terdorong oleh meningkatnya ekspor nikel. Di Kalimantan Utara, Terminal Peti Kemas Tarakan bersiap menangkap potensi logistik gas alam cair (LNG). Sementara di kawasan timur Indonesia, Terminal Peti Kemas Merauke mencatat kenaikan arus barang seiring masifnya dukungan logistik untuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

Untuk Pulau Jawa, Terminal Peti Kemas Semarang diprediksi semakin sibuk sejalan dengan berkembangnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK), yang mendorong aktivitas ekspor-impor sektor manufaktur.

Di sisi lain, PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas luar negeri tahun 2025 sebanyak 4,40 Juta TEUs atau meningkat 10,28 persen dibandingkan periode tahun 2024. Jumlah tersebut terdiri dari peti kemas impor sebanyak 2,12 Juta TEUs, peti kemas ekspor 2,25 Juta TEUs dan peti kemas transhipment 30 ribu TEUs.

Baca Juga:  Percepat Digitalisasi Pendidikan DKI Jakarta, Telkom Intensifkan Implementasi Solusi Strategis

“Untuk mendukung pencapaian target tahun 2026, sejumlah terminal peti kemas yang kami kelola akan dilengkapi dengan alat bongkar muat baru dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan peti kemas bagi para pengguna jasa perusahaan,” seru Widyaswendra.

Penggerak Rantai Logistik

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, memperkirakan ekspor Indonesia akan tumbuh sekitar 7 persen pada 2026. Salah satu pemicu utama adalah semakin banyaknya perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) yang dijalin dengan negara mitra.

“FTA membuka akses pasar lebih luas dan menurunkan hambatan tarif, sehingga produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif,” jelas Benny. Dengan kata lain, kebijakan ini tidak hanya mendorong volume ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan global.

Sementara itu, sektor logistik diprediksi akan tumbuh melampaui laju pertumbuhan ekonomi. Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Trismawan Sanjaya, memperkirakan sektor transportasi dan pergudangan akan tumbuh antara 10–11,6 persen, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 1.700 triliun.

Lonjakan ini, menurut Trismawan, sebagian besar didorong oleh ledakan transaksi perdagangan digital dan e-commerce. Proyek ketahanan pangan dan inisiatif pemerintah lainnya juga diperkirakan mendorong permintaan layanan logistik.

Baca Juga:  Kolaborasi MayBank dan Sanggar Anak Tumbuh, Edukasi Literasi Hijau untuk Anak-anak Bantul

“Beberapa faktor domestik turut memperkuat pertumbuhan logistik, termasuk pesatnya transaksi e-commerce melalui media sosial, proyek hilirisasi industri, serta program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih,” jelas Trismawan.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Solo, Lukman Hakim, menilai ekspor Indonesia pada 2026 masih berpeluang tumbuh, terutama dari sektor manufaktur.

“Selama ini ekspor kita ditopang manufaktur seperti sepatu dan tekstil, meski tekstil tidak sekuat dulu. Dengan melemahnya nilai tukar, produk kita justru menjadi lebih kompetitif di pasar global,” ujarnya.

Menurut Lukman, tantangan tarif dan biaya masuk di sejumlah negara memang masih ada, namun tidak berlaku untuk semua produk. Ia menilai peluang ekspor ke kawasan Timur Tengah dan Afrika masih sangat terbuka, asalkan pemerintah mampu melakukan pemetaan pasar dengan tepat.

“Pemetaan pasar menjadi kunci untuk menentukan arah tujuan ekspor,” katanya.

Selain itu, dukungan terhadap pelaku usaha juga dinilai penting, mulai dari kemudahan perizinan, kebijakan perpajakan, hingga akses pembiayaan. Dari sisi logistik, keberadaan pelabuhan yang mampu disandari kapal berukuran besar akan membuat arus peti kemas lebih efisien tanpa harus transit di negara lain.

Dengan penguatan infrastruktur, modernisasi alat, serta dukungan terhadap arus ekspor nasional, PT Pelindo Terminal Petikemas tidak sekedar mengelola bongkar muat. Lebih dari itu, perusahaan ini mengambil peran strategis sebagai penggerak rantai logistik dan penopang optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Berita Terkait

Pengalaman Umroh Mandiri Pertama Kali: Kisah Pak Ihsan Membawa Keluarga Ibadah 20 Hari Tanpa Travel
Pojok Baca Desa Marannu Diperkuat Akses Perpustakaan Digital melalui Inovasi QR Code oleh Mahasiswa KKN-T Unhas
PBAK FDIKOM UIN Jakarta Berjalan Lancar, Antusiasme Mahasiswa Jadi Sorotan
Peneliti Jurusan Perikanan dan Kelautan POLINELA Kembangkan Lampu LED Bertenaga Surya
Mengaku dari Pihak Konsultan Pengawas, Beberapa Orang Masuk ke Proyek Penimbunan Sekolah Rakyat di Cepu
Telkom University Dorong Digitalisasi Desa Wisata dan Tenun Ikat di Empat Desa Sumba Timur
Mahasiswa Universitas Suryakancana Sukses Mengembangkan Smart Attendance System di PT PLN Nusantara Power Cirata
Seorang Doktor Berminat Melamar di Unit Laboratorium NCA Yayasan Niko Cahaya Abadi
Jadikan kilasmerdeka.com sumber pilihan pencarian Google.
Tambahkan

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 10:45 WIB

Pengalaman Umroh Mandiri Pertama Kali: Kisah Pak Ihsan Membawa Keluarga Ibadah 20 Hari Tanpa Travel

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Pojok Baca Desa Marannu Diperkuat Akses Perpustakaan Digital melalui Inovasi QR Code oleh Mahasiswa KKN-T Unhas

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:38 WIB

PBAK FDIKOM UIN Jakarta Berjalan Lancar, Antusiasme Mahasiswa Jadi Sorotan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Peneliti Jurusan Perikanan dan Kelautan POLINELA Kembangkan Lampu LED Bertenaga Surya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Mengaku dari Pihak Konsultan Pengawas, Beberapa Orang Masuk ke Proyek Penimbunan Sekolah Rakyat di Cepu

Berita Terbaru

Pendidikan

6 Benefits of an International Curriculum for Your Child

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:33 WIB