Kilas Merdeka, Tidore – Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui edukasi kesehatan bertajuk “Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Penggunaan Antibiotik yang Rasional pada Remaja Pesisir di SMP Muhammadiyah 1 Kota Tidore Kepulauan.” Kegiatan ini diketuai oleh apt. Muhammad Fakhrur Rajih Hi. Yusuf, M.Farm. bersama tim dosen Program Studi Farmasi sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan remaja.
Kegiatan dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 1 Kota Tidore Kepulauan dan diikuti oleh 41 siswa kelas VII. Sasaran kegiatan dipilih karena remaja merupakan kelompok usia yang mulai mampu memahami informasi kesehatan serta berperan sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Edukasi penggunaan antibiotik yang rasional sejak dini diharapkan dapat membentuk kebiasaan yang benar dalam penggunaan obat dan mendukung upaya pencegahan resistensi antibiotik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai penggunaan antibiotik. Instrumen pre-test memuat beberapa aspek penting, antara lain pengertian antibiotik, indikasi penggunaan, aturan penggunaan yang benar, pentingnya menghabiskan antibiotik sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep.
Selanjutnya, tim PkM menyampaikan materi melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Materi yang diberikan meliputi pengenalan antibiotik, perbedaan infeksi bakteri dan virus, penggunaan antibiotik secara rasional, dampak penggunaan antibiotik yang tidak tepat, serta ancaman resistensi antibiotik yang saat ini menjadi salah satu tantangan utama di bidang kesehatan. Penyampaian materi dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami serta disertai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, setelah sesi penyampaian materi dilakukan pemutaran video animasi edukatif mengenai resistensi antibiotik. Video tersebut menjelaskan proses terjadinya resistensi antibiotik akibat penggunaan yang tidak rasional, dampaknya terhadap keberhasilan pengobatan, serta pentingnya menggunakan antibiotik hanya sesuai resep dan petunjuk tenaga kesehatan. Media audiovisual ini membantu peserta memahami konsep yang cukup kompleks dengan cara yang lebih menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran remaja.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta memberikan tanggapan setelah menyaksikan video animasi. Banyak peserta mulai memahami bahwa antibiotik tidak dapat digunakan untuk mengobati semua jenis penyakit, terutama infeksi yang disebabkan oleh virus, serta menyadari pentingnya menghabiskan antibiotik sesuai dosis dan lama terapi yang dianjurkan.
Sebagai bentuk evaluasi efektivitas kegiatan, seluruh peserta kembali mengikuti post-test menggunakan instrumen yang sama dengan pre-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai penggunaan antibiotik yang rasional setelah mengikuti rangkaian edukasi. Kombinasi penyampaian materi secara interaktif dan pemanfaatan media video animasi memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik sehingga membantu meningkatkan pemahaman peserta. Selain peningkatan aspek pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk perilaku yang lebih bijaksana dalam menggunakan antibiotik, yaitu hanya menggunakannya sesuai resep tenaga kesehatan, tidak membeli antibiotik secara bebas, serta menghabiskan obat sesuai aturan yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Program Studi Farmasi FKIK Universitas Khairun berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui berbagai program edukasi yang berkelanjutan. Diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu menjadi penyampai informasi yang benar kepada keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya penggunaan antibiotik secara rasional sebagai upaya mencegah resistensi antibiotik.
Tim PkM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Sekolah, dewan guru, serta seluruh siswa SMP Muhammadiyah 1 Kota Tidore Kepulauan atas sambutan, kerja sama, dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan terus terjalin dalam mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat, cerdas, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap penggunaan obat yang tepat dan bertanggung jawab.















