Kilas Merdeka, Bandung – Sampah makanan (food waste) menjadi salah satu persoalan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian, termasuk di kawasan permukiman. Pengelolaan yang belum optimal dapat menyebabkan sampah makanan tercampur dengan jenis sampah lainnya dan berakhir sebagai limbah, padahal sebagian di antaranya masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.
Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University yang terdiri atas Fandi Achmad, S.T., M.T., Fahmy Habib Hasanudin, S.T., M.T., dan Ardiansyah Ramadhan, S.T., M.T., melaksanakan program “Pengembangan Sistem Smart Food Waste Management Berbasis Partisipasi Masyarakat untuk Mendukung Circular Economy dan Permukiman Zero Waste di G-Land Arcadia Bandung.” Program ini dilaksanakan bersama Paguyuban dan warga G-Land Arcadia Bandung melalui rangkaian kegiatan sosialisasi, pelatihan, workshop, Focus Group Discussion (FGD), demonstrasi, observasi, dan pendampingan.
Kegiatan diawali dengan observasi untuk memahami kondisi pengelolaan sampah serta kebutuhan masyarakat. Tim kemudian berdiskusi dengan warga dan Paguyuban mengenai permasalahan food waste, kebiasaan pemilahan sampah, serta peluang pengembangan sistem pengelolaan yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Melalui program ini, masyarakat diperkenalkan pada konsep Smart Food Waste Management, yaitu pendekatan pengelolaan sampah makanan yang memadukan sistem pengelolaan, teknologi, dan partisipasi masyarakat. Warga tidak hanya menjadi penerima teknologi, tetapi juga dilibatkan dalam proses identifikasi masalah, pemanfaatan sistem, serta pengembangan pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Kegiatan juga menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumber. Sampah makanan yang dikelola dengan baik memiliki peluang untuk masuk kembali ke dalam siklus pemanfaatan sehingga dapat mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip circular economy, yang mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dan mengurangi timbulan limbah. Dalam jangka panjang, penerapan pengelolaan food waste berbasis masyarakat diharapkan dapat mendukung terbentuknya lingkungan permukiman yang lebih bersih dan menuju zero waste. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan. Tim Telkom University berperan dalam memberikan pengetahuan, teknologi, dan pendampingan, sementara masyarakat menjadi aktor utama dalam penerapan sistem di lingkungan permukiman.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini didukung oleh pendanaan BIMA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026. Melalui kolaborasi dan keberlanjutan pendampingan, pengembangan Smart Food Waste Management di G-Land Arcadia Bandung diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang partisipatif, mendukung circular economy, dan mewujudkan permukiman yang lebih berkelanjutan.















