Serang – Banyak pelaku usaha kecil, dari warung kelontong sampai kedai makanan, masih mencatat keuangan seadanya di buku tulis, bahkan tidak mencatat sama sekali. Berangkat dari masalah itu, Muhammad Rifki Hidayatulloh, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, mengembangkan NeoKasir.com, aplikasi kasir berbasis web yang dirancang khusus untuk UMKM.
Saat ditemui, Rifki selaku founder NeoKasir.com menjelaskan bahwa ide aplikasi ini muncul dari pengamatannya terhadap warung-warung di sekitar tempat tinggalnya.
“Banyak pemilik warung itu jualannya ramai, tapi pas ditanya untungnya berapa, mereka bingung. Uang dagang sama uang pribadi masih campur. Dari situ saya kepikiran bikin aplikasi kasir yang simpel tapi bisa bantu mereka ngatur uang,” ujar Rifki.
NeoKasir.com tidak hanya berfungsi mencatat transaksi penjualan. Aplikasi ini juga mengelola stok, laporan laba harian, hingga catatan hutang atau kasbon pelanggan. Salah satu fitur andalannya adalah AI HPP, asisten berbasis kecerdasan buatan yang menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) per unit secara otomatis, memberi saran harga jual sesuai target untung, serta mendeteksi produk dengan margin tipis.
“Kesalahan paling sering di UMKM itu salah pasang harga. Mereka nggak tahu modal sebenarnya berapa, jadi kadang jualannya malah rugi tanpa sadar. Fitur AI HPP ini tujuannya biar pemilik usaha tahu persis margin keuntungannya,” jelasnya.

Selain itu, NeoKasir.com menghadirkan fitur perhitungan pajak yang secara otomatis menghitung PPh Final UMKM sebesar 0,5 persen dari omzet, lengkap dengan penerapan batas omzet Rp500 juta per tahun yang bebas pajak. Rincian per bulan bisa langsung disalin saat pelaporan di DJP Online.
“Pajak itu sebenarnya nggak seribet yang dibayangkan, cuma memang perlu dicatat dengan rapi. Kalau pencatatan penjualannya sudah otomatis, perhitungan pajaknya juga jadi gampang,” katanya.
Rifki menambahkan, NeoKasir.com dibuat berbasis web agar bisa diakses dari HP, tablet, maupun komputer tanpa perlu instalasi dan tanpa harus membeli mesin kasir yang mahal. Data usaha tersimpan di cloud sehingga bisa dipantau dari mana saja.
Untuk mendorong lebih banyak pelaku usaha beralih ke pencatatan digital, NeoKasir.com juga menghadirkan promo khusus UMKM berupa akses gratis selama satu bulan penuh. Selama masa promo, pengguna bisa menikmati seluruh fitur tanpa perlu kartu kredit.
“Banyak UMKM ragu pakai aplikasi karena takut ribet atau takut mahal. Makanya kami kasih gratis sebulan dulu, biar mereka coba sendiri dan rasain manfaatnya,” ujar Rifki.
Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Naufal Afaf, karyawan Kedai KKCEI yang sudah menggunakan NeoKasir.com dalam operasional sehari-hari.
“Sangat terbantu, apalagi pas lagi ramai pembeli. Aplikasinya mudah digunakan, jadi nggak butuh waktu lama buat belajar. Catatan penjualan juga jadi lebih rapi,” ungkap Naufal.
Ke depan, ia berharap NeoKasir.com bisa menjadi teman sehari-hari bagi pelaku usaha kecil dalam mengelola keuangan.
“Sebagai mahasiswa UIN Banten, saya pengin ilmu yang saya dapat di kampus bisa langsung kepakai buat masyarakat. Harapannya UMKM di Banten bisa naik kelas, mulai dari hal paling dasar dulu, yaitu tahu kondisi keuangan usahanya sendiri,” pungkas Rifki.
Informasi lebih lanjut dapat diakses di NeoKasir.com.


























