Kilas Merdeka, Belitung – Muhammad Ilman Nafi (Instagram: @ilmannafi.id) mahasiswa Program Magister Sains Manajemen Universitas Airlangga (UNAIR), menjadi salah satu relawan dalam kegiatan Langkah Asa Nusantara (LAN) Batch 4. Sebanyak 30 relawan LAN 4 di Pulau Gersik, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, untuk menjalankan berbagai program pengabdian masyarakat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Sahabat Asa Indonesia pada 5–21 Agustus 2026 tersebut menjadi ruang bagi relawan untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar bersama masyarakat di wilayah yang dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi.
Kehadiran para relawan mendapat sambutan hangat dari masyarakat Pulau Gersik. Warga turut terlibat dalam berbagai kegiatan sehingga pelaksanaan program berlangsung dalam suasana kebersamaan dan kolaborasi. LAN Batch 4 mengusung tiga pilar utama, yaitu pendidikan, kesehatan, serta ekonomi dan lingkungan. Pada bidang pendidikan, relawan menghadirkan Greelit, Jarimatika Math Habbit, English Starter Kit, Cultural, dan Mentari Islami Gersik untuk mendukung proses belajar serta pengembangan karakter anak-anak pesisir.
Di bidang kesehatan, kegiatan meliputi Sehat Cilik dan Remaja, Generasi Emas Gersik, Dokter Kecil, serta Medical Check Up Gratis. Sementara itu, pengembangan potensi lokal dan kepedulian lingkungan dilakukan melalui Green Action, Clean Up Beach, Anak Pesisir Siaga, Brand Up Pulau Gersik, dan Gersik Go Viral.
Berbagai kegiatan tersebut dijalankan dengan melibatkan masyarakat setempat. Relawan tidak hanya menyampaikan program, tetapi juga berkomunikasi dengan warga untuk memahami kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Salah satu warga, Haji Lukman, mengungkapkan rasa bahagianya atas kehadiran para relawan di desanya. Menurutnya, manfaat yang diberikan tidak hanya berupa bantuan secara fisik, tetapi juga pengetahuan yang dapat diterima masyarakat.
“Saya sangat bahagia karena baru ada relawan yang datang ke desa kami dan memberikan banyak pengajaran serta bantuan. Bantuan itu bukan hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga pengetahuan,” ujar Haji Lukman.
Bagi Ilman, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengabdian bukan sekadar memberikan sesuatu kepada masyarakat. Proses tersebut juga menjadi kesempatan untuk membangun hubungan dan belajar dari kehidupan masyarakat.
“Relawan datang dengan membawa program, tetapi masyarakat juga memberikan banyak pelajaran kepada kami. Saya belajar tentang ketahanan, kesederhanaan, kerja sama, dan bagaimana masyarakat tetap bertumbuh di tengah keterbatasan,” tuturnya.
Melalui LAN Batch 4, relawan dan masyarakat Pulau Gersik bersama-sama membangun ruang belajar dan kebermanfaatan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kontribusi yang tidak hanya dirasakan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga meninggalkan pengetahuan dan pengalaman bagi masyarakat.















