Kilas Merdeka, Jakarta — Judul “Semanis Madu” mungkin terdengar seperti gambaran sebuah hubungan yang penuh kebahagiaan. Namun bagi Dodo Zak, madu juga memiliki sisi lain: rasa pahit ketika cinta tidak berjalan sesuai harapan.
Melalui karya tersebut, Dodo kembali melanjutkan perjalanan musiknya setelah sebelumnya memperkenalkan “Gak Peka! (Terserah)” bersama Cheryl.
Single tersebut menjadi bagian dari upaya Dodo membangun identitas sebagai penyanyi yang tidak hanya dikenal melalui cover lagu, tetapi juga memiliki karya sendiri. Keinginan tersebut sudah lama muncul dalam diri Dodo.
Sebelum serius mengembangkan karier sebagai penyanyi, Dodo dikenal melalui konten cover di media sosial. Ia mulai membuat cover sekitar 2018, membawakan lagu-lagu yang sedang populer dengan karakter vokalnya sendiri.
Salah satu konten cover yang pernah mendapatkan perhatian besar adalah “Karena Su Sayang” di YouTube, yang menurut Dodo sempat mencapai sekitar 2,2 juta views. Namun, bagi Dodo, pencapaian melalui cover bukanlah titik akhir.
“Yang paling menjadi pembeda mungkin soal identitas. Kita juga enggak mau selalu dikenal sebagai penyanyi cover, tapi lebih dikenal sebagai penyanyi yang memiliki karya sendiri,” ujar Dodo.
Baginya, seorang penyanyi perlu mempunyai lagu yang sesuai dengan identitasnya. Bukan hanya soal bagaimana lagu tersebut terdengar, tetapi juga bagaimana karakter vokal dan cara membawakannya dapat diterima oleh pendengar.
“Semanis Madu” menjadi bagian dari proses tersebut.
Dodo menggambarkan lagu ini sebagai cerita tentang hubungan yang tidak selalu berjalan manis. Di balik sebuah hubungan, ada rasa kecewa, kehilangan, dan pengalaman ketika seseorang merasa dinomorduakan.
“Dalam hubungan percintaan ini enggak selalu seperti manisnya madu, ada pahitnya juga,” kata Dodo.
Ia menilai tema tersebut dekat dengan kehidupan anak muda saat ini, termasuk generasi Z yang hidup dalam lingkungan sosial yang semakin terbuka dan cepat berubah. Secara musikal, Dodo juga ingin mencari warna yang berbeda.
Menurutnya, perkembangan musik Indonesia saat ini memperlihatkan banyak eksplorasi antara musik pop dan dangdut. Setelah muncul berbagai warna Hipdut, Dodo melihat adanya peluang untuk menghadirkan pendekatan yang berbeda melalui karya-karyanya.
Sebelumnya, bersama Cheryl, Dodo memperkenalkan konsep POPDUT melalui “Gak Peka! (Terserah)”. Lagu tersebut memadukan pop groovy modern dengan sentuhan dangdut dan membawa tema komunikasi yang rumit dalam hubungan. RRI menyebut konsep tersebut sebagai perpaduan yang ringan dan mudah diterima lintas generasi. (RRI)
Dodo ingin melanjutkan eksplorasi tersebut tanpa terjebak pada satu formula.
“Dengan munculnya ‘Gak Peka!’ dan juga ‘Semanis Madu’, kita ingin menunjukkan warna yang berbeda, warna musik yang baru, lebih catchy juga dan easy listening,” ujarnya.
Bagi Dodo, musik yang mudah didengar bukan berarti harus kehilangan karakter.
Justru, tantangannya adalah membuat sebuah lagu yang dapat dinikmati secara ringan sekaligus memiliki identitas yang membuat pendengar bisa mengenali siapa penyanyinya.
Perjalanan menuju titik tersebut juga didukung oleh keterlibatannya bersama HP Music.
Dodo mengaku bergabung dengan label tersebut menjadi salah satu pencapaian yang paling ia banggakan saat ini. Menurutnya, dukungan label memberikan kesempatan untuk berkembang tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga promosi dan pengembangan karier.
“Saya harap ini langkah awal untuk memulai karier saya saat ini,” katanya.
Dodo juga menyimpan rencana untuk menghadirkan musik dengan genre yang berbeda dari karya-karya yang sedang ia rilis sekarang. Ia belum ingin membocorkan terlalu banyak mengenai proyek tersebut.
“Pokoknya surprise,” ujarnya.
Untuk saat ini, “Semanis Madu” menjadi bagian dari perjalanan seorang Dodo Zak yang sedang berusaha menemukan warna musikalnya sendiri.
Bukan lagi sekadar penyanyi cover, tetapi seorang musisi yang perlahan membangun katalog, identitas, dan cerita melalui karya-karyanya.















