Kilas Merdeka, Tangerang – Pondok Pesantren Al Asy’ariyah Gintung, Sukadiri, kini tengah menapaki babak baru dalam pengelolaan administrasinya. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan pada Minggu, 28 Desember 2025, pukul 10.00–12.00 WIB, sebuah tim akademisi sukses mengimplementasikan Sistem Pendaftaran Santri Baru (PPSB) berbasis web menggunakan JavaScript.
Selama ini, proses pendaftaran di Ponpes Al Asy’ariyah masih mengandalkan metode manual. Risiko dokumen fisik yang rusak, kesalahan pencatatan, hingga sulitnya memantau statistik pendaftar secara real-time menjadi tantangan nyata bagi pengelola.
Melihat kondisi tersebut, Tim PKM Universitas Pamulang hadir membawa solusi digital yang dirancang khusus untuk memodernisasi alur administrasi. “Digitalisasi bukan tentang menggantikan peran manusia, melainkan mempermudah langkah menuju pendidikan yang lebih tertata,” ungkap salah satu anggota tim saat memaparkan urgensi sistem baru ini.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren ini dihadiri oleh jajaran guru dan masyarakat sekitar. Menariknya, suasana pelatihan jauh dari kesan kaku. Para peserta menunjukkan rasa penasaran yang tinggi terhadap dunia digital.
Meski banyak yang baru pertama kali bersentuhan langsung dengan sistem berbasis JavaScript, antusiasme masyarakat justru menjadi ruh dari kegiatan ini. Banyak warga berharap agar edukasi teknologi seperti ini tidak hanya berhenti di satu pertemuan saja, melainkan menjadi agenda berkelanjutan untuk meningkatkan literasi digital di desa Gintung.

Dalam sesi diskusi, tim menekankan bahwa implementasi sistem ini adalah bentuk pengabdian nyata. Salah satu perwakilan tim menyampaikan, “Ketika teknologi diterapkan dengan niat pengabdian, sistem sederhana pun mampu membawa perubahan besar.”
Lebih lanjut, kolaborasi ini membuktikan bahwa teknologi melayani, pendidikan bertumbuh. Dengan sistem pendaftaran yang lebih efektif dan aman, pesantren dapat lebih fokus pada misi utamanya dalam mendidik santri, sementara urusan administrasi telah terorganisir dengan sistem yang cerdas.
Meski Ponpes Al Asy’ariyah tetap mempertahankan nilainilai tradisional dan fisik pesantren yang bersahaja, kini sistem pengelolaannya telah bertransformasi menjadi lebih modern. Langkah pertama ini diharapkan menjadi pemicu bagi kemajuan teknologi yang lebih luas di lingkungan pesantren.
“Sebagai bagian dari tim, kami belajar bahwa kolaborasi dan teknologi dapat berjalan seiring untuk melayani pendidikan,” pungkas anggota tim PKM menutup kegiatan tersebut.
Kini, pendaftaran santri baru bukan lagi urusan tumpukan kertas yang melelahkan, melainkan proses digital yang transparan dan akurat. Sebuah bukti nyata bahwa di tangan yang tepat, teknologi adalah jembatan menuju masa depan yang lebih baik.







