Arti Kata Ngabers dan Penggunaannya dalam Bahasa Sunda

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arti Kata 'Ngabers' dan Penggunaannya dalam Bahasa Sunda

Arti Kata 'Ngabers' dan Penggunaannya dalam Bahasa Sunda

Dalam dunia bahasa Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat Jawa Barat, istilah “ngabers” telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Istilah ini sering digunakan dalam percakapan santai antara teman-teman atau kelompok yang saling mengenal. Meskipun tidak ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “ngabers” memiliki makna yang jelas bagi mereka yang menggunakannya. Dalam bahasa Sunda, istilah ini sering dipakai untuk menyebut seseorang yang lebih tua, seperti saudara laki-laki atau orang yang sudah berpengalaman.

Ngabers berasal dari kata “bang”, yang biasa digunakan untuk memanggil orang yang lebih tua atau memiliki status yang lebih tinggi. Namun, dalam perkembangannya, kata “bang” dibalik menjadi “ngab” agar terdengar lebih keren dan unik. Akhirnya, istilah “ngab” berkembang menjadi “ngabers”, yang kemudian digunakan sebagai panggilan untuk sekelompok orang, terutama anak-anak muda yang suka berkumpul dan beraktivitas bersama. Dengan demikian, ngabers bukan hanya sekadar kata, tetapi juga merupakan identitas sosial yang menunjukkan keakraban dan kedekatan antara anggota kelompok tersebut.

Selain itu, istilah “ngabers” juga sering dikaitkan dengan dunia motor. Banyak kalangan muda yang memodifikasi kendaraannya dengan tampilan ekstrem dan cara berkendara yang ugal-ugalan. Mereka sering disebut sebagai “ngabers” karena gaya hidup dan aktivitas mereka yang dinilai tidak sesuai dengan norma keselamatan berkendara. Meski begitu, istilah ini juga bisa digunakan secara positif, seperti untuk menyebut para penggemar motor yang memiliki hobi dan minat yang sama.

Penggunaan istilah “ngabers” dalam bahasa Sunda mencerminkan dinamika sosial dan budaya yang terus berkembang. Di tengah perubahan zaman, munculnya istilah baru seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin kreatif dalam menyampaikan pesan dan membangun identitas diri. Dengan demikian, istilah “ngabers” tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi simbol dari sebuah komunitas yang kuat dan solid.

Asal Usul dan Makna Kata “Ngabers”

Kata “ngabers” berasal dari kata “bang”, yang dalam bahasa Sunda digunakan untuk memanggil orang yang lebih tua atau memiliki posisi yang lebih tinggi. Misalnya, jika seseorang ingin memanggil saudara laki-laki yang lebih tua, dia bisa menggunakan kata “bang”. Namun, dalam perkembangannya, kata “bang” mulai diubah menjadi “ngab” agar terdengar lebih keren dan unik. Hal ini dilakukan oleh para anak muda yang ingin menciptakan identitas yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Seiring dengan waktu, kata “ngab” berkembang menjadi “ngabers”, yang kemudian digunakan sebagai panggilan untuk sekelompok orang, terutama anak-anak muda yang suka berkumpul dan beraktivitas bersama. Dengan demikian, ngabers bukan hanya sekadar kata, tetapi juga merupakan identitas sosial yang menunjukkan keakraban dan kedekatan antara anggota kelompok tersebut. Dalam konteks ini, ngabers bisa merujuk pada sekelompok orang yang memiliki kesamaan minat, hobi, atau latar belakang.

Baca Juga:  Madura United Targetkan Kemenangan Saat Hadapi PSBS Biak di Laga Tandang

Selain itu, istilah “ngabers” juga sering dikaitkan dengan dunia motor. Banyak kalangan muda yang memodifikasi kendaraannya dengan tampilan ekstrem dan cara berkendara yang ugal-ugalan. Mereka sering disebut sebagai “ngabers” karena gaya hidup dan aktivitas mereka yang dinilai tidak sesuai dengan norma keselamatan berkendara. Meski begitu, istilah ini juga bisa digunakan secara positif, seperti untuk menyebut para penggemar motor yang memiliki hobi dan minat yang sama.

Perkembangan dan Penggunaan Istilah “Ngabers”

Perkembangan istilah “ngabers” tidak hanya terjadi dalam konteks bahasa Sunda, tetapi juga dalam lingkungan masyarakat umum di Indonesia. Istilah ini mulai populer di kalangan anak muda, terutama di daerah-daerah yang memiliki budaya lokal yang kuat. Dalam percakapan sehari-hari, istilah “ngabers” sering digunakan untuk menyebut seseorang yang lebih tua atau memiliki pengalaman lebih banyak. Misalnya, jika seseorang ingin memanggil saudara laki-laki yang lebih tua, dia bisa menggunakan kata “ngabers”.

Namun, istilah ini juga digunakan dalam konteks lain, seperti untuk menyebut sekelompok orang yang memiliki hobi atau minat yang sama. Dalam hal ini, ngabers bisa merujuk pada komunitas motor, pecinta musik, atau bahkan pemain olahraga. Dengan demikian, istilah “ngabers” tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi simbol dari sebuah komunitas yang kuat dan solid.

Di samping itu, istilah “ngabers” juga sering digunakan dalam media sosial dan platform online. Banyak orang menggunakan kata ini untuk menyampaikan pesan atau mengunggah konten yang berkaitan dengan hobi atau aktivitas mereka. Dengan demikian, istilah “ngabers” tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari budaya digital yang terus berkembang.

Pengaruh Budaya dan Sosial terhadap Penggunaan Istilah “Ngabers”

Penggunaan istilah “ngabers” sangat dipengaruhi oleh budaya dan sosial masyarakat. Di daerah-daerah dengan budaya lokal yang kuat, istilah ini sering digunakan sebagai bentuk penghormatan atau keakraban antara anggota kelompok. Misalnya, dalam lingkungan pertemanan, seseorang bisa menggunakan kata “ngabers” untuk menyapa teman dekatnya, yang menunjukkan kedekatan dan rasa hormat.

Di sisi lain, penggunaan istilah “ngabers” juga mencerminkan dinamika sosial yang terjadi di kalangan masyarakat. Dalam konteks ini, istilah ini bisa menjadi alat untuk membangun identitas dan kepercayaan diri. Misalnya, seorang anak muda yang ingin menunjukkan bahwa dia adalah bagian dari sebuah komunitas tertentu, bisa menggunakan kata “ngabers” sebagai tanda keanggotaannya.

Baca Juga:  Arti Kata 'No Hard Feelings' dan Penggunaannya dalam Bahasa Indonesia

Selain itu, penggunaan istilah “ngabers” juga terkait dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi. Dengan adanya media sosial dan platform online, istilah ini semakin mudah menyebar dan digunakan oleh berbagai kalangan. Dengan demikian, istilah “ngabers” tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari budaya digital yang terus berkembang.

Contoh Penggunaan Istilah “Ngabers” dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, istilah “ngabers” sering digunakan dalam berbagai situasi. Berikut adalah beberapa contoh penggunaannya:

1. Panggilan kepada orang yang lebih tua:

Ngabers, mau kemana?

Mau ke pasar, ngabers.

2. Panggilan kepada teman dekat:

Ngabers, ayo kita jalan-jalan.

Ngabers, kamu udah siap?

3. Menyebut sekelompok orang:

Kami ngabers sedang nongkrong di taman.

Ngabers lagi ngebut di jalan raya.

4. Menyebut para penggemar motor:

Ngabers suka modifikasi motor.

Ngabers sering berkumpul di tempat parkir.

5. Menyebut komunitas tertentu:

Ngabers adalah komunitas pecinta motor.

Ngabers sering mengadakan acara rutin.

Dengan contoh-contoh di atas, terlihat bahwa istilah “ngabers” sangat fleksibel dalam penggunaannya dan bisa disesuaikan dengan konteks dan situasi tertentu. Dengan demikian, istilah ini tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan budaya masyarakat.

Kesimpulan

Istilah “ngabers” memiliki makna yang jelas bagi mereka yang menggunakannya, terutama dalam konteks bahasa Sunda dan kehidupan sehari-hari. Dari asal usulnya yang berasal dari kata “bang”, istilah ini berkembang menjadi panggilan untuk sekelompok orang, terutama anak-anak muda yang suka berkumpul dan beraktivitas bersama. Selain itu, istilah ini juga sering dikaitkan dengan dunia motor, terutama bagi mereka yang memodifikasi kendaraannya dengan tampilan ekstrem dan cara berkendara yang ugal-ugalan.

Penggunaan istilah “ngabers” sangat dipengaruhi oleh budaya dan sosial masyarakat, serta terus berkembang seiring dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi. Dengan demikian, istilah ini tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan budaya masyarakat. Dengan memahami makna dan penggunaan istilah “ngabers”, kita dapat lebih memahami dinamika sosial dan budaya yang terjadi di kalangan masyarakat, terutama di daerah-daerah dengan budaya lokal yang kuat.

Follow WhatsApp Channel kilasmerdeka.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

100 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2026 Terbaru, Islami, dan Penuh Makna
Apa Itu Arti Receh? Pengertian dan Contoh Penggunaannya
Arti Cope: Pengertian dan Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari
Headline.co.id Resmi Rilis: Hadir sebagai Situs Media “Faktual dan Aktual” untuk Pembaca Indonesia
5 Arti Keep Silent yang Perlu Kamu Ketahui
Gaji TikTok Creator Tahun 2026, Prediksi dan Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan
13 Tips Sukses FYP TikTok 2026, Strategi Terbaru untuk Meningkatkan Engagement
Strategi Jualan di TikTok Tahun 2026: Tips dan Trik Terbaru

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 01:25 WIB

100 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2026 Terbaru, Islami, dan Penuh Makna

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:41 WIB

Apa Itu Arti Receh? Pengertian dan Contoh Penggunaannya

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:20 WIB

Arti Cope: Pengertian dan Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:00 WIB

Headline.co.id Resmi Rilis: Hadir sebagai Situs Media “Faktual dan Aktual” untuk Pembaca Indonesia

Minggu, 18 Januari 2026 - 10:02 WIB

5 Arti Keep Silent yang Perlu Kamu Ketahui

Berita Terbaru