Kilas Merdeka – Istilah “CCTV Inara Rusli 2 jam full” mendadak menjadi trending di media sosial sejak Selasa (25/11/2025) dini hari. Narasi mengenai beredarnya rekaman CCTV yang diklaim memperlihatkan pertemuan Inara Rusli dan Insanul Fahmi ramai dibagikan sejumlah akun anonim di X, TikTok, hingga Telegram. Namun hingga kini, tidak ada satu pun bukti bahwa rekaman tersebut benar-benar beredar ke publik.
Sejumlah akun anonim memposting screenshot sebuah ruangan yang disebut sebagai “cuplikan CCTV Inara Rusli”. Mereka mengklaim rekaman itu berdurasi dua jam dan hanya dibagikan melalui “jalur tertentu”.
Unggahan tersebut langsung memicu perburuan link oleh warganet. Grup Telegram ramai dipenuhi tautan bertuliskan “Full CCTV 2 Jam”, sementara TikTok dibanjiri potongan video pendek yang buram dan tidak jelas sumbernya.
Beberapa akun bahkan menawarkan “akses link asli lewat DM”, mengikuti pola yang pernah terjadi dalam kasus viral “Nabila 1 vs 7” beberapa waktu lalu.
Gelombang pencarian rekaman CCTV ini muncul setelah pernyataan Wardatina Mawa, istri sah Insanul Fahmi. Dalam sebuah podcast, Wardatina mengaku telah menyerahkan rekaman CCTV kepada penyidik sebagai bukti dugaan perselingkuhan suaminya dengan Inara.
Wardatina menyebut rekaman tersebut ia terima pada November, sedangkan peristiwa yang terekam diklaim terjadi pada Agustus.
Pengakuan ini kemudian memicu spekulasi bahwa rekaman tersebut telah bocor, meski tidak ada konfirmasi resmi dari pihak manapun.
Hingga Kamis (27/11/2025), penelusuran terhadap tautan yang beredar menunjukkan bahwa tidak ada satu pun link valid yang berisi rekaman CCTV sebagaimana diklaim.
Seluruh tautan yang beredar diketahui berisi:
- Situs phishing,
- File berbahaya, atau
- Konten tidak relevan yang ditempeli narasi sensasional.
Cuplikan yang berseliweran di TikTok maupun Telegram juga tidak menunjukkan hubungan langsung dengan kasus yang melibatkan Inara. Pihak kepolisian pun belum pernah menyatakan bahwa bukti CCTV tersebut bocor ke publik.
Di tengah ketidakjelasan sumber rekaman, sejumlah pembuat konten memanfaatkan situasi ini untuk mendulang penonton. YouTube dipenuhi judul dramatis seperti “CCTV Inara Rusli Full Version Terkuak?!”, sementara X dan TikTok dibanjiri klaim sepihak dari akun-akun anonim.
Kondisi tersebut menambah kaburnya informasi yang beredar dan memperbesar potensi penyebaran hoaks.
Terlepas dari keramaian di media sosial, laporan Wardatina Mawa terhadap Inara Rusli atas dugaan perzinaan masih diproses oleh Polda Metro Jaya. Rekaman CCTV yang dimaksud disebut telah diserahkan kepada penyidik dan masuk ke dalam berkas pemeriksaan.
Pihak manajemen Inara menyatakan bahwa Inara memilih tidak memberikan komentar panjang terkait polemik tersebut. Ia disebut masih fokus pada proses hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang.
Hingga kini, tidak ada bukti bahwa rekaman CCTV yang ramai dibicarakan benar-benar beredar. Masyarakat diminta berhati-hati terhadap tautan mencurigakan serta tidak ikut menyebarkan konten yang belum terverifikasi.















