Oleh: Devid Saputra, Dosen UIN Raden Intan Lampung
Di tengah gelombang transformasi digital yang semakin deras, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia berada di titik krusial. Mereka dihadapkan pada pilihan: beradaptasi atau tergerus oleh perubahan. Badai digital telah mengubah lanskap pemasaran secara fundamental, memaksa para pelaku usaha untuk merumuskan strategi baru agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.
Fenomena pergeseran perilaku konsumen ke ranah digital menjadi tantangan terberat bagi UMKM. Konsumen kini memulai pencarian produk mereka melalui platform daring sebelum memutuskan pembelian. Namun, banyak UMKM masih tertinggal dalam literasi digital dan akses teknologi.
Hambatan utama yang dihadapi antara lain keterbatasan modal untuk investasi digital, minimnya pengetahuan tentang pemasaran online, serta persaingan yang semakin ketat dengan produk-produk besar yang memiliki anggaran marketing miliaran rupiah. Fakta ini mencerminkan ketimpangan yang nyata dalam ekosistem digital Indonesia saat ini.
Contoh nyata dapat dilihat pada UMKM kerajinan lokal di Kabupaten Bulukumba. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemanfaatan platform social commerce memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan omzet penjualan (Idrus & Farida, 2025). Menurut penelitian tersebut, platform yang paling efektif dalam pemasaran adalah Instagram, WhatsApp Business, Facebook, dan Google My Business. Keberhasilan ini dipengaruhi oleh frekuensi penggunaan, kualitas konten, strategi branding, dan interaksi dengan pelanggan. UMKM yang sukses menerapkan konten visual konsisten, story-telling menarik, dan penjualan langsung di Instagram/Facebook. Di WhatsApp Business, fitur balasan cepat, katalog digital, dan layanan personal menjadi kunci utama. Sementara itu, optimasi profil, pembaruan foto produk, dan ulasan pelanggan di Google My Business meningkatkan kepercayaan konsumen.
Strategi Pemasaran Digital yang Terjangkau dan Efektif
Untuk bertahan di tengah badai digital, UMKM tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Berikut beberapa strategi pemasaran yang perlu dikuasai:
1. Pemanfaatan Media Sosial Secara Konsisten dan Otentik
Platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook menawarkan potensi reach yang besar tanpa biaya signifikan. Kunci suksesnya bukan sekadar eksis, tetapi membangun kedekatan dengan audiens melalui konten yang otentik dan konsisten. UMKM harus memahami bahwa media sosial bukan hanya katalog produk digital, tetapi ruang untuk membangun relasi dengan konsumen.
2. Content Marketing Berbasis Cerita
Konsumen modern tidak hanya membeli produk, tetapi juga cerita di baliknya. UMKM memiliki keunggulan unik dalam hal ini karena kebanyakan memiliki latar belakang dan nilai lokal yang kaya. Dengan memasarkan produk melalui narasi asal-usul, proses pembuatan, dan nilai-nilai yang dianut, UMKM dapat menciptakan ikatan emosional dengan konsumen.
3. Kolaborasi Mikro
Kerjasama dengan micro-influencer, UMKM sejenis, atau komunitas lokal dapat menjadi strategi yang efektif dengan biaya terjangkau. Micro-influencer (1.000-10.000 pengikut) seringkali memiliki engagement rate lebih tinggi dan biaya yang lebih masuk akal dibandingkan influencer besar.
4. Optimalisasi Marketplace dan Chat Commerce
Memaksimalkan keberadaan di marketplace lokal seperti Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak dapat membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus membangun e-commerce dari nol. Sementara itu, chat commerce melalui WhatsApp Business atau Telegram memungkinkan komunikasi personal dengan konsumen yang dapat meningkatkan konversi penjualan.
5. Memanfaatkan Fitur Gratis Platform
Banyak platform digital yang menyediakan fitur gratis yang dapat dimanfaatkan UMKM. Instagram Shop, TikTok Shop, atau Facebook Business memungkinkan UMKM untuk berjualan tanpa harus memiliki website sendiri. Fitur-fitur ini dirancang khusus untuk memudahkan pelaku usaha kecil dalam memasarkan produk mereka.
Mau Adaptasi atau Tertinggal?
Transformasi digital bukanlah ancaman, melainkan peluang bagi UMKM yang mampu beradaptasi. Dengan strategi pemasaran digital yang tepat, terjangkau, dan konsisten, UMKM tidak hanya dapat bertahan di tengah badai digital, tetapi juga tumbuh dan berkembang.
Pemerintah, platform digital, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung ekosistem UMKM melalui edukasi digital, akses permodalan, dan regulasi yang kondusif. Namun pada akhirnya, kunci keberhasilan terletak pada kesediaan setiap pelaku UMKM untuk terus belajar, berinovasi, dan tidak takut mencoba hal baru.
UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, dan dengan strategi yang tepat, mereka akan terus menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh di era digital.
Referensi
- Idrus, I., & Farida, F. (2025). Analisis Pemanfaatan Platform Social Commerce untuk Peningkatan Omzet Penjualan UMKM Kerajinan Lokal di Kabupaten Bulukumba. Maksipreneur, 15(1), 231-240.














